Jumat, 08 Februari 2013

Sang Peri (Part 5)




Pagi itu chaki bangun lebih awal. Dia semangat karna si stamol bakalan ada lawan tanding baru. Dia langsung ngambil stamol dan memberi pengarahan uda kaya pelatih tinju.
"Moool, ntar kaya biasa yah, kalo misalnya musuh lo lengah, langsung sikaaat!! cari bagian terlemahnya!!"
Stamol yang bermuka polos dan berbibir monyong itu cuma bernang dengan asiknya. Kadang-kadang pup. Sementara chaki terus memberi kan arahan sambil memberikan stamol makanan yang lebih banyak porsinya pada pagi itu.
"Chakiii buruaaan doong ntar gue telat niiih..."
kata Chika sambil bulak balik ngaca, ngecek ketebalan bedak. Chika lupa kalo dia mau pergi kesekolah bukan audisi banci Tanah Air.
"Iyeeeeeh bentar kak, stamol lagi pemanasan niih..." kata chaki yang terus sibuk sama cupangnya itu. Tapi melihat ada gelagat yang kurang baik dari chika karna melihat setumpuk bata, chaki akhirnya bersiap-siap cabut ke sekolah.
Seperti biasa, setelah sang bunda memberi bekal ke chaki dan chika merekapun berangkat.

"TERAKHIR yeeeeeh!!" sambut karin setelah chaki turun dari mobil membawa seekor cupang yang nyawanya dipertaruhkan hari itu.
"Iyaaa kan gue uda janji ama lo kemaren.." chaki meyakinkan untuk kesekian kalinya.
"Eh ngomong-ngomong andi mana? gue SMS dari kemaren kaga dibales, telepon ga diangkat, kemana yah tu anak?" tanya chaki mulai khawatir ama sahabatnya itu.
"Iya sama. gue juga gitu. Ga ada kabar sama sekali dari dia. Sekarang juga belom muncul. Biasanya kan uda nangkring aja tu anak di atap gerobak batagor.." 
Percakapan mereka terpotong karna tiba-tiba muncul sosok yang menyerupain jin botol. Kamri.
"Oi! gimana, jadi ga? gue uda bawa cupang gue nih. Kalo ga jadi lo nih yang gue cupang!" kata kamri ke chaki mengancam.
Mendengar ancaman kamri, chaki bukannya takut, tapi geli sambil menanyakan kenormalan si kamri dalam hal suka-menyuka jenis.
"Iyeeeh ini gue juga uda bawa cupang gue. jadi kok. tar yah pulang sekolah.." balas chaki.
Lalu mereka berdua menitipkan cupang mereka ke kantin blakang karna takut disita sama guru. Sebenernya chaki juga tidak yakin untuk menitipkan ke kantin karna takut digoreng juga. Tapi yasudahlah.

TENG!!!

Masih tidak ada tanda-tanda kemunculan andi hari itu disekolah. Chaki jadi duduk sendirian di kelas. 
"Kemanaaaa yaaaah ni anak ga ada kabaaar...." pikir chaki.
Dia mulai gelisah karna ga biasanya andi kaya gini. 
"Ah, lagi sibuk kali ngurus nyokapnya, atau ga ada pulsa buat ngabarin..tapi kenapa telepon juga ga di angkaaat yaaaah... aaah tapi kan lagi sibuk..ya kalo sibukk..kalo enggak? " pikir chaki ribet. 
Sementara itu di kelas sebelah, karin juga mempertanyakan keberadaan dan kabar andi. Dia kembali SMS andi sambil ngumpet-ngumpet takut ketauan guru. 
"Andi, lo dimana? kok ga ada kabar? kita-kita nyariin niih.." begitu bunyi SMS nya.
Dan merekapun menjalani jam pelajaran dengan hati bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi pada andi. Dan uda pasti, pelajaran kaga ada yang masuk ke otak.

Bel pulang pun berbunyi. TENG!!!!

Chaki langsung buru-buru ke kantin buat ngambil cupangnya. Dia semangat banget kalo uda yang namanya nyiksa ngaduin cupang. Seketika kekhawatiran dia ama andi ilang. 
Berbeda dengan karin. Dia masih setia menunggu balasan dari andi. Hapenya ga pernah lepas dari pantauan.
Akhirnya karin memutuskan buat pergi ketempat peraduan cupang itu, dan karna takut kepentok tiang listrik dia pun berhenti sejenak memantau hapenya.
Dengan muka bete dia akhirnya ketemu sama chaki dan kamri.
"Udaaah? udaah puas nyiksa binatang?" tanya karin ketus ke si chaki.
"Apaan, mulai aja belom.." jawab chaki.
"Hmmmm.." balas karin singkat uda kaya SMSan pake fren yang Rp 1/ hurup.
Akhirnya 'penyiksaan'pun dimulai. Ternyata ikan cupang punya si kamri ini lebih besar dari stamol. pertandingan ini lebih mirip cupang melawan kambing. Jauh banget beda ukurannya. Dan sudah bisa ditebak. Stamol abis di bully sama si kambing. Stamol keringet dingin. Terbukti dari aernya yang semakin banyak. Chaki panik. Semasa SD belom pernah ada cupang bisa berani sama stamol. Biasanya kalo ga salim, ya pura-pura ngambang, mati. Tapi ini beda. ini keterlaluan. 
"Gue harus melakukan sesuatu.." pikir chaki.
Tapi pada kenyataannya chaki ga bisa melakukan apa-apa. Dia cuma pasrah melihat kekejaman yang terjadi didepan matanya. Stamol mulai menangis, mencoba memberikan salam perpisahan kepada tuannya dengan melepaskan sisiknya satu persatu. 
"Uda-uda cukup!! gue kalah gue kalah!" teriak chaki berniat menghentikan itu semua. Kamri langsung mengambil cupangnya yang segede sanggul syahrini tersebut sambil ketawa puas penuh arti.
Sementara stamol? terlambat. terlambat. stamol uda ngambang. 
Chaki bengong untuk beberapa saat. Karin juga ikutan bengong. Kamri juga terbius ikut bengong. dan semua penghuni sekolah itupun ikut bengong.
chaki mulai mengambil stamol dengan sedih, dia coba memberikan CPR dengan memberi napas buatan, tapi niatnya dibatalkan mengingat moncong stamol sama ketombe chaki aja gedean ketombe.
Chaki cuma bisa bengong. Menyesali perbuatannya.
"Jadi cupang gue sekarang jagoannya yaaaaah, hahahahaa.." ejek kamri sambil meninggalkan mereka berdua.
Lalu karin mulai berbicara.."tuh kaaan, gue bilang ju..."
"Stop!" kata chaki memotong sambil menempatkan jari telunjuknya di bibir karin ngikutin sinetron.
"Rin, stamol uda gue anggap ade gue sendiriiii, riiin...tapi dia uda pergi sekaraaaang.." kata chaki sedih. Sebenarnya yang bikin Chaki ga terima itu adalah kekalahan stamol, bukan kematiannya.
"Sabaaaar yaaah chaa, kan lo sendiri yang mau ngaduin stamol ya terima lah resikonya. coba lo dengerin gue kemaren.." karin mencoba menghibur.
"iyaa rin, gue nyesel ga ngikutin apa kata lo kemaren. lo bener. Udahnya mah nyiksa binatang, eh kalah pula..mustinya gue nurut yah rin. " 
Tapi penyesalan memang datang terlambat. Dan janji tetap janji. Itulah kali terakhir chaki ngaduin cupang. 
Tiba-tiba hape mereka berdua bunyi. Ada SMS masuk. "Andi!!" kata mereka kompak.


"temen-temen, maaf ya gue baru ngabarin kalian. nyokap gue masuk rumah sakit.Parah." 

Chaki dan Karin terdiam... 



Saling pandang...




Seketika suasana hening..


Kamis, 07 Februari 2013

Sang Peri (Part 4)





begitulah mereka bertiga bersahabat sampai dengan lulus SD. Dan sampai dengan masuk SMP chaki belom juga demen baca. 
Chaki dan andi seperti ditentukan berjodoh, karna merekapun masuk SMP yang sama. satu kelas lagi. Tetapi mereka berdua seneng, karna ternyata karin juga satu sekolah sama mereka. 
"aaaah gila, bosen banget gue liat muke lu ndi.." celetuk chaki kepada sahabat sejatinya itu.
"lo kira gue kaga bosen liat tampang lo ama si stamol?!" balas andi kaga mau kalah.
"eh tapi kita udah satu sekolah niih ama kariin...jadinya kita ga usah janjian lagi ama ni anak di taman deket SD kita kemaren.." 
kata chaki sambil ngubek-ngubek rambut si karin.
si karin cuma tawa-tawa doang. Dia juga seneng ketemu sama chaki dan andi. karna dia belom pernah ketemu sesosok makhluk se absurd   mereka berdua. Temen-temen karin ga segila mereka berdua. Jadi kalo ada chaki dan andi disamping karin, karin selalu merasa terhibur. 

TENG!!

bel tanda masuk kelaspun berbunyi. mereka bertiga berpisah, kecuali andi sama chaki. karin kebetulan kelasnya beda sama mereka berdua.

"Anak-anak. Selamat datang di sekolah kalian yang baru. Ibu adalah wali kelas kalian selama semester 1 ini. Jadi, jika kalian ada masalah, cari ibu dimanapun ibu berada..Cari, jangan menyerah! " kata bu Tarmini lebih seperti memberi teka-teki dimanakah-saya-berada..

"Iya ibuuuuuu...." tsaah, murid-murid serempak menjawab.

karena hari itu hari pertama bersekolah, jadi kegiatan didalam kelas lebih banyak perkenalan antar siswa. Jadi satu persatu murid maju kedepan untuk mendeskripsikan dirinya masing-masing.

"kalian satu persatu maju kedepan kelas. ibu mau kenal kalian dulu.. sebutkan nama lengkap, asal sekolah, hobi kalian apa, dan cita-cita kalian. " kata bu tarmini didepan kelas.

lalu satu persatu anak pun mulai maju kedepan kelas. termasuk chaki yang mendeskripsikan dirinya hobi bermain cupang yang tentunya terdengar ambigu di telinga ibu tarmini. 
dan juga andi. pada saat andi maju, andi bingung mengenai hobi dia sebenarnya apa, karna yang setia dia lakukan hanya makanin bekel orang yang tidak mungkin dia katakan di kelas.
"hobi saya makan bu.." sontak perkataan andi itu mengundang tawa sekelas, karna mendukung badan dia yang buntel itu.
"heeeeh, sudah-sudah jangan menertawakan teman kalian seperti itu.." ibu tarmini mencoba membantu andi yang mukanya uda kusut kaya sempak kering.

demikian lah hari pertama disekolah baru. mereka habiskan hari itu dengan berkenalan satu dengan yang lain. apalagi kalo guru baru yang dateng. mereka harus ngulang perkenalan lagi supaya guru itu tau.

TENG!!!

jam pulang berbunyi. anak-anak berhamburan keluar kaya semut yang sarangnya keinjek.

"eh, cha, gue balik duluan yeh, gue buru-buru nih, nyokap gue sakit.." kata andi yang baru aja dapet sms dari kakaknya..
"oh? sakit apaan ndii?? woooiii!!.... mo ditemenin ga??" tereak chaki yang kebingungan ngeliat andi yang buru-buru banget pengen balik. andi keburu menghilang di ujung jalan.
"heeey!!! andi mana cha?.." karin tiba-tiba nongol entah dari mana. 
"gatau tuh tadi balik buru-buru, katanya nyokapnya sakit."
karin cuma diem dengan muka penuh pengertian. 
pada waktu mereka hendak pulang bareng, seorang anak yang bertubuh besar yang sekelas sama chaki datang menghampiri mereka.
"eh chaki kan? gue denger tadi lo hobinya nyupang yah? " tanya anak ini yang diketahui ternyata namanya kamri.
karin tertawa tertahan¹ mendengar kamri berkata chaki doyan nyupang. 
"maksud gue lo kan doyan tuh maenan ikan cupang. cupang aduan..sama gue juga. gimana kalo besok kita aduin cupang kita?" tantang si kamri.
karin ini memberi kode kepada chaki untuk menolak ajakan tersebut. tentu saja kodenya bukan berupa goyang ngebor.
tapi dalam hati chaki, sebagai seorang pria sejati, ya pria yang baru menginjak SMP maksudnya, dia harus menerima tantangan yang diberikan oleh kamri.
"okeeeh, besok, ditempat ini, jam 2, sendirian!" kata chaki menirukan gaya di pilm-pilm pas bagian mau ketemuan.
"okeh deal!!" kamri membalas dengan jabatan tangan.

chaki dan karin kemudian berjalan keluar untuk nyari makan bareng. 
"cha, lo kenapa sih demen banget nyiksa binatang? uda gue bilang kan ga usah lo terima ajakannya si kamri.." 
"idih, emang kapan lo ngelarang gue buat terima ajakan si kamri? lagian kan seru. cupang kan emang buat di adu.." kata chaki membela diri.
"chaaaaa, gue uda ngedipin mata ma geleng-geleng pala uda kaya ayam cacat, lo masih ga nyadar juga?!"
"ooooohhhh itu lo lagi memberikan kode, gue kira lo tiba-tiba epilepsi karna kelaperan rin... HAHAHAHA.. " chaki ketawa ngakak.
merekapun memesan semangkok mie ayam di deket sekolah.
"cha, kenapa sih lo ga berenti aja ngaduin cupang? ga kasian apa?" karin mencoba menasehati si chaki akan kebiasaan buruknya ngaduin cupang ampe mati.
"adduuuhh riin, cupang kan emang buat di adu..." 
"buat di adu mata lo bengkak!" saut karin ga terima.

"emang lo mau gitu cha, kalo misalnya bokap lo ama bokap sapa gitu, ngaduin lo sama anaknya buat berantem??" 

"diiih ya kagalah, gue kan manusia, bukan buat diaduin.. lagian udalaaaah makan aja dulu makan..." chaki mulai males dinasehatin sama cewe satu itu. Dia ga suka hobinya ditentang-tentang sama orang.

"ga bisa! gue ga laper! kita harus bahas tentang ini" jawab karin uda kaya rumah tangga di ujung tanduk.
"cha, lo tau, lo tuh manusia bukan buat di adu, nah cupang juga binatang cha! dia juga mahkluk hidup, sama-sama bisa ngerasain sakit!" 
kali ini karin begitu terdengar sangat bijak untuk seorang anak SMP. Dan kali ini juga setelah mendengar kata-kata karin, chaki merasa karin ada benarnya juga.

"iya juga sih rin.. ya gimana dong, gue uda janji duluan lagian sama kamri. lagian gue percaya stamol bisa menang! dia kan cupang kebanggaan gue! hahahaha " 

"ga lucu! iyee stamol menang, nah cupang kamri? ngambang ga berbentuk, sama aja lo termasuk penyiksa binatang!" jawab karin ngambek.

" yaudah..yaudaaah..." chaki mencoba untuk memberi jalan keluar kali ini.. "besok gue terakhir deh ngadu cupang..lagian stamol uda tua juga, waktunya pensiun. "

"halaaaah ga percaya gue, paling besok-besoknya lo aduin lagi,cha.." 
"kagaa, gue janji rin.. " chaki meyakinkan karin..
"bener lo yeeh cha?? "
"iyeeeeh, biarlah botol-botol kecap ini menjadi saksi akan janji ku, rin. biarlah sendok dan garpu ini....."

"paan siiihhh.. cha!" karin memotong sebelom semuanya terlambat. sebelom chaki makin kesurupan setan sastawan.

"oke deh, gue pegang janji lo. besok terakhir! GA ADA NGADU-NGADU CUPANG LAGI!" kata karin menegaskan di depan mukanya chaki.



lalu mereka melanjutkan makan mereka sambil bertanya-tanya gimana kabar andi. lebih tepatnya kabar nyokapnya..

Rabu, 06 Februari 2013

Sang Peri (part 3)






chaki ga jadi pingsan. dia sadar waktu yang seberharga ini sayang kalo dilewatin hanya dengan pingsan.Tapi dia bingung cara buat mulai kenalan sama cewe ini gimana. Kemudian dia ingat sama buku yang dibeliin mamanya. Seenggaknya ada sesuatu yang menjodohkan mereka, baca buku. Chaki cepat-cepat ngeluarin tu buku dari tasnya, lalu ia mulai berjalan dengan sok-digagah-gagah-in ke arah cewe itu. Dia pun duduk di sebelah tu cewe. 
"hai, chaki.." sambil memberi tangan dan suara ala iklan hexos.
"hai, gue stamol.." tiba-tiba mulut tu cewe memanjang menyerupai ikan cupang dan kulitnya bersisik..

"aaaah, jangan gitu..." dumel chaki sambil geleng-gelengin palanya membuyarkan bayangan ngaconya itu..

oke. dia mulai rapiin rambut, cium napas sendiri dan menyadari kalo bau napasnya adalah makanan yang terakhir dia makan, cicak asem manis, dan diapun mulai berjalan memberanikan diri untuk berkenalan dengan sang gadis. Dia tetap membawa buku pembelian mamanya, sambil memberikan tangan yang satu lagi kepada si cewe. " hai, nama gue chaki, boleh kenalan ga? " sambil duduk di sebelah cewe itu yang dari tadi lagi asik baca. si cewe naro bukunya, dan meraih tangan chaki untuk bersalaman. 
"hai, boleh kok, gue karin..seneng baca juga??"  jawab karin sambil melihat kearah buku yang dipegang sama chaki. 
"mmm... i..i.iyaengaaaak...hehehe" chaki sadar kalo misalnya dia jujur ga seneng baca, kesempatan buat akrab sama cewe itu bisa punah. 
"lhoo ? kok ragu-ragu gitu jawabnya? kenapa? " tanya karin.
"engg..anuu.. hehee. sebenernya siih..."
"apaa, lo ga suka baca..?" karin langsung memotong.. 
"keliatan kok, bukunya masih rapih, kaya abis di beli.. kalo cowo suka baca biasanya bukunya uda kucel, lecek.." kali ini karin coba menganalisa kaya seorang detektif.
"hehehehe iyaa, gue ga gitu suka baca. lo pasti suka baca banget yah? " tanya chaki kembali dengan pertanyaan yang rada basi. padahal uda jelas-jelas banyak buku di keranjang sepeda karin.
karin cuma tersenyum tidak menjawab dan memberi kode seperti iyeh-lo-liat-aje-ndiri-tu-buku-gue-banyak..

tidak terasa hari sudah sore, tidak terasa juga kalo mereka sudah ngobrol panjang lebar. chaki senang dia mendapatkan teman baru selain stamol dan andi.setidaknya akhirnya dia mendapatkan teman seorang manusia. 
"cha, kayanya gue harus pulang duluan yah.. lo masih mau disini atau gimana? " karna anak kelas 5SD belom ngerti kode-kode an, jadi karin tidak sadar juga kalo itu semacam kode sebenernya, apalagi chaki yang kebiasaan maen sama cupang dan panda bantet, dia lebih tidak mengerti. 
"kaga deh, gue juga pulang, takut dicariin nyokap.. yaudah sampe ketemu yah karin.. nice to meet you" kata chaki seraya melambaikan tangan dan berjalan mundur sambil moonwalk ala Jacko. 
Karin pun membalas dengan lambaian tangan..

Karna ini anak kelas 5SD, jadi pada saat nyampe rumah mereka tidak senyum-senyum sendiri kaya di FTV, mereka ga curhat sama diary kalo ketemu gebetan, kaga. mereka lebih mengartikannya ke gue-punya-temen-baru. lagian sampe dirumah masing-masing, mereka kembali sibuk sama urusannya masing-masing. Karin baca buku lagi, dan chaki ngurus stamol lagi.
Chaki ngambil buku pembelian mamanya, dan dia mulai mengumpulkan niatnya untuk membaca. dan 3 menit kemudian dia tertidur.

kriiiiiinggggg......

"haaaaaaaaah, telepon kepala sekolaaah lagiii??" pikir chaki.. ternyata itu bunyi alarm chaki. sudah pagi. dia bergegas bersiap-siap kesekolah. tiba-tiba terbesit pikiran kalo dia pengen ketemu lagi sama karin. dan bodohnya, kemarin dia lupa minta nomor hapenya, atau twitternya, atau facebooknya. 
*pembaca, anak SD jaman sekarang beda sama jaman kita kelas 5SD dulu,lah kita boro-boro hape, matiin komputer aja bingung gimana caranya, yang ada di banjur aer biar mati.pan goblog*
chaki juga lupa menyanyakan alamat rumah karin. siapa tau mereka bsa kesekolah bareng karna chaki tau karin kalo pergi sekolah dengan menggunakan sepeda dia. pokoknya chaki senang karna memiliki teman baru. teman seasik karin. 
"jangan nakal yaaah chaki, chikaa..papa juga jangan nakal..." pesan si mama sambil memberikan bekal makanan kepada kedua anaknya.
setelah mereka pamit, merekapun berangkat.

sesampainya disekolah, si chaki ini langsung nyariin si andi, sang panda bantet. dia nanya-nanya ketemennya yg laen 
"eh, ada yang liat mahkluk pendek, item, panuan lewat sini ga? ",
"ooh si andi? kaga cha" sialnya yang lain juga menganggap andi seperti itu. kasian memang.
akhirnya di sudut sekolah, chaki menemukan seonggok buntelan lemak yang sedang asik ngemilin bekel orang. 
"woooi ndi!!! siniiii buruan!! " tereak chaki penuh semangat.
andi masih asik makan. malah sama minumnya sekarang dijarah juga.
"andiii!!!" terak chaki lebih keras sambil menunjukan ada batagor di tangannya. 
lalu dengan sensitifnya terhadap batagaor andi menghampiri batagornya chaki. 
"Ada paan siiih ganggu orang makan aja..." gerutu andi..
"gue mau cerita ndiii!!! gue lagi seneng banget nih sekarang..
kemaren, gue ketemu dan kenalan sama cewe bersepeda yang gue ceritain ke lo kemaren!!" 
batagor yang di mulut andi seketika melakukan perjalanan ke arah muka chaki. 
"busyyyeeet!! serius lo cha?!" andi keselek batagor,karna kaget akan skill yang dipunyain chaki dalam hal kenal mengenal. 
"iyeeeehh, kaget sih kaget monyong, ini gue kaga minta lo sembur batagor! iyeeeh gue kenalan sama dia. ntar pulang sekolah gue kenalin juga laaah lo ke dia. anaknya asik kok." balas chaki sambil ngelap mukanya pake baju andi.

kriiiiiiiinnnggggg

dan murid-murid pun berdebat. itu hape kepsek atau bel pulang.
dan itu bel pulang.

"ndii, ayoo ikut gue!! tapi mudah-mudahan dia lagi baca lagi yah ditaman itu. dia bilang sih dia suka baca disitu.." ajak chaki ke si andi.
mereka berdua pun jalan ke arah taman. dan benar. karin lagi baca disitu. chaki tanpa ba-bi-lu langsung nyamperin karin..
"kariiiin, heeey, masih aja baca-baca, hehe.. oh iya,nih kenalin temen gue, andi.." si chaki langsung maen-maen mata ke andi. bukan karna gay atau kelilipan batagor, tapi dia nyuru ngasih tangan ke karin..
"oh...eeh.. iyaa.. hehehe.. andi.." kata andi sambil ngasih tangan ke arah karin.

"karin..."

layaknya anak SD ngobrol, mereka masing-masing menceritakan hobinya satu sama lain. mereka gembira, mereka tertawa, seakan-akan tidak perduli sama semua yang disekitar mereka, seakan-akan dunia milik mereka bertiga.



Sang Peri (Part 2)





Chaki berangkat kesekolah dianter sama papanya. papanya chaki ini bekerja di sebuah perusahaan swasta di ibu kota. 
"Chaki, papa ga mau dipanggil ke sekolah lagi hanya gara-gara kamu ngadu cupang lagi yah!.. kalo sampe papa dipanggil lagi, papa goreng tuh cupang kamu!..." ancam papanya chaki ini. 
chaki cuma diem aja denger ancaman papanya itu sambil memaju-majukan bibirnya yang sekarang sudah menyerupai si stamol. 
tiba-tiba matanya tertuju kepada seorang gadis yang terjatuh dari sepedanya di jalan itu. di depan sana. buku-buku berjatuhan terserak di jalan dari keranjang sepeda si gadis. chaki terus ngeliatin dari mobilnya sampai mobil mereka melewati gadis itu. chaki beralih ke kaca spion dan melihat gadis itu bangun dan merapikan buku-bukunya, lalu menghilang. bukan, bukan gadisnya yang tiba-tiba ngilang di jalanan, tapi ngilang dari kaca spion, ga keliatan lagi. uda jauh.

sesampainya di sekolah chaki masih memikirkan gadis itu. entah kenapa. kenal aja belom, dia ngutang ke chaki juga kaga, tapi..
"woii!! bengong aje lo kaya patung pancoran.." andi, sahabat chaki membuyarkan lamunannya. 
andi ini sahabat chaki dari kelas 1SD. dia berbadan gemuk, item, pendek, rambutnya keriting,  panuan, dan susah buang air besar. dia lebih mirip panda bantet ketimbang manusia. 
"namanya juga patung di, ya pasti bengong lah, kalo dia balet kan ngeri juga..." balas chaki malas.
"tadi gue ngeliat cewe di, dia jatoh dari sepedanya, terus buku-bukunya tumpah semua kejalan, terus sepengelihatan gue sih, tu cewe ga ada yang bantuin..." 
"lah terus lo ga bantuin? " tanya andi kesel..
"ya kaga lah, bokap gue jalan terus.." saut chaki 
"yaudah sih terus kenapa juga lo kepikiran? beeeuhh tu cewe cakep yah? naksir lo yeeeh? HAHAHAHA WOOI CHAKI NAKSIR CEWE WOOOIII" teriak andi seketika. beruntung disebelahnya ga ada toa, kalo ada andi mungkin terlihat seperti seseorang sedang berorasi tapi dengan seragam merah putih.
"ndi!! aah gila lo yaaa, apaan siiih... kaga gila! gw cuma kepikiran aja gatau kenapa.. " balas chaki sambil mencoba menenangkan andi yang udah kaya panda maen kuda lumping terus keurupan itu.

tiba-tiba bel sekolah berbunyi. 

Untuk sesaat akhirnya ada yang bisa merebut pikiran chaki dari ikan cupang, yaitu si gadis yang jatoh dari sepeda tadi pagi. dan stamol pun kesepian hari itu. tapi dia juga senang, karna kemungkinan dia meregang nyawa hari itu pun kecil. 
Chaki kalo dikelas itu berbeda dengan dirumah. sebenarnya chaki ini anak yang cerdas. di kelas dia belajar dengan sungguh-sungguh, karna dia tau kalo uda sampe rumah kemauan bercupang ria lebih besar daripada niatnya untuk nyentuh buku. apapun. dikelas pun dia dikenal sebagai murid yang cerdas oleh teman-temannya, nilainya lumayan bagus untuk seorang yang ga suka baca.
pelajaranpun dimulai. Pada waktu mau mengambil buku pelajaran, dia melihat seoonggok buku yang dia kenal. buku yang dibelikan mamanya "Aku Pasti Bisa". rupanya mamanya ini pantang menyerah juga untuk nyuru chaki baca, pikirnya..lain kali lah ma.. dia pun kaga menggubris buku itu, dan mengambil buku pelajarannya.

kriiiiiiinggg.....

telepon kepala sekolah pun berbunyi, bergema diseluruh pelosok sekolah itu, menandakan waktunya untuk pulang. Dan tentu saja itu bukan bunyi sebuah telpon. 

kalo pulang chaki ini ga dijemput lagi sama papanya atau mamanya. Karna papanya masih kerja dikantor dan mamanya masih ngulek di dapur ala goyangnya anisa bahar. Jadi chaki kalo pulang sendirian atau pulang bareng andi. Hari itu chaki memutuskan untuk langsung pulang ketika bel pulang berbunyi. Biasanya setelah bel pulang dia langsung ngambil si stamol dan mengumumkan kepada teman-temannya layaknya sayembara 
"Barangsiapaa yang bisa mengalahkan stamol, maka stamolpun kalaaaahh!!! " teriak chaki dengan isi kalimat yang tidak berguna tersebut. Karna sampai saat ini pun, cupang-cupang lain belom ada yang berani bertatap muka sama si stamol. entah badannya stamol kalo di dunia cupang itu keker kaya ade rai, ato mukanya sangar kaya preman kampung rambutan,atau sebenernya si stamol itu gay, gatau, tapi kalo berhadapan sama stamol cupang lain lebih memilih salim si stamol lalu ngambang, pura-pura mati. 
Ga cuma demen ama cupang, "sebagai laki-laki sejati...." , pikir chaki, "gw harus hobi juga maen bola!!.." jadi bergilir, kalo stamol abis ngadu di hari itu, besoknya giliran chaki yang ngadu. bukan cupang-cupangan sama andi, tapi ngadu maen bola ramean. stamolnya istirahat. gitu aja tiap hari, tanpa menyentuh buku yang dibeliin mamanya.

oke balik lagi. 

Hari itu chaki langsung pulang. entah kenapa dia lagi ga pengen menjalankan aktivitas seperti biasanya. kalo pulang chaki ini harus berjalan dulu melewati taman, untuk kemudian naik angkutan umum di ujung taman tersebut. Hari itu dia juga sendirian, tidak ditemani temen homonya si andi. Andi masih di sekolah karna nungguin tukang batagor langganannya yang ga dateng-dateng.
Chaki berjalan melewati taman, dan ternyataaaaaaaa, di depan dia ada sebuah sepeda yang seperti dia pernah liat. "Sepeda tu cewe!!!" teriaknya. dalam hati. Chaki sumringah resah dan gelisah nyariin sang mpunya si sepeda. Chaki clingak clinguk kaya maling nyari aman. dan YAK! Chaki melihat seorang gadis sebayanya, yang sedang duduk di taman dengan buku ditangannya. Rambutnya bergelombang sebahu, mukanya manis, putih, berkacamata, dan berpunggung bolong berulet. chaki langsung geleng-gelengkan palanya mencoba menghapus bayangannya yang ngaco itu. si cewe bener, putih, berkacamata, rambut bergelombang sampe pantai, sampe bahu, tapi punggungnya ga bolong. dan ga berulet. dan ga mesen sate 500 tusuk juga. 

Chaki hanya diam membisu, 26 alphabet tak satupun yang dapat ia rangkai menjadi sebuah salam perkenalan. cieeeh napa jadi puisi gini. Chaki cuma diam. Dia ga punya keberanian untuk menyapa gadis itu. Gadis itu pun tidak menyadari keberadaan chaki dan terus saja membaca bukunya. Chaki melihat lutut si gadis itu sudah tertempel plester obat luka. Chaki sempat menyesal kenapa tadi dia tidak meminta papanya untuk berhenti dan menolong si gadis itu. Dan pada saat sedang mencari ide untuk berkenalan, tiba-tiba si cewe itu berpaling, dan tanpa sengaja menatap chaki. mata mereka bertemu tanpa janjian terlebih dahulu.

Chaki salting..

Sang Gadis bingung..

Chaki tersenyum simpul..

Sang Gadis balas tersenyum..

Chaki pingsan..

Sang Peri (Part 1)



"mamaaa, tapi aku ga mau belajaaaaar, aku lagi maen niih sama stamol.." gerutu si chaki kepada mamanya yang nyuru dia belajar. 

chaki bukanlah seekor ayam yang biasa mangkal di KFC, tapi dia adalah seorang anak yang sudah menginjak kelas 5SD. Kebiasaannya bermain mengalahkan semangat mamanya untuk menyuruhnya belajar. Buat chaki disuru belajar itu kaya kita disuru godain banci, tapi kita ga bawa kendaraan, menyeramkan..menunggu banci itu mengejar dengan ganasnya..
 Chaki paling males belajar, paling males yang namanya baca buku. Buat dia, baca buku itu cuma buang-buang waktu bermainnya dia bareng temen-temennya. Entah mau jadi apa dia pada waktu besar nanti...

"Tapi kamu harus belajar chaki, biar pinter kaya mama.." saut sang mama dengan narsisnya, sambil tetep ngulek sambel di dapur tanpa melihat ke arah chaki. mamanya chaki ini anak dapuran. Dia memang hobi sekali berada di dapur. Beuntung memang kluarga ini, setidaknya mereka tidak pernah kelaparan. apalagi untuk urusan nyambel. dia paling seneng ngulek. karna menurut dia, kalo ngulek, tingkat keseksian ibu-ibu itu naik 80%. karna bakal ada goyang ala anisa bahar.

"Ga mau ah! kalo bukunya banyak gambarnya baru aku mau, biar seru!.." jawab chaki dengan polos, sambil melempar buku LKS matematikanya dan kembali mengambil maenan kesayangannya, si stamol, 
seekor ikan cupang aduan, yang namanya lebih mirip obat penurun panas dari pada seekor ikan.
entah bakat dari lahir untuk menyiksa, atau chaki punya ketertarikan dalam hal psikopat, tapi dia senang sekali ngaduin ikan cupangnya dengan ikan cupang temen-temennya sampai ada yang babak belur, dan tidak berbentuk ikan lagi.  

"stamoool, kalo kamu udah gede nanti kamu harus jadi jagoan yaah, biar bisa ngalahin lele si andi.."  kata chaki dengan penuh pengharapan kepada si stamol, dan menyangka kalo cupang bisa segede lele.

tiba-tiba dengan kagetnya chaki melihat muka mamanya uda di depan muka dia dengan cepatnya sambil memegang ulekan di tangannya. jadi posisinya sekarang chaki-muka mamanya+ulekan-stamol.

"chaki, mama serius, ini jamnya belajar! kalo kamu main terus kamu kapan pinternya!.." mata mamanya terlihat serius dan chaki membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan kalo dia tidak nurut, pilihannya cuma 2 : palanya yang di ulek, atau bakal ada sambel ikan cupang di makan malam nanti. 
"oke maa, chaki belajaar sekarang." dia bangun dari kemalasannya dan naro si stamol kembali di atas meja di sebelah pot bunga. kata chaki kalo ikan di taro di sebelah bunga, maka hatinya akan tenang pada saat dia diadu. dan diapun gontai berjalan ke kamarnya.dan tidur. bukan belajar.

mamanya chaki sebenernya bingung sekali kenapa chaki ini sangat malas belajar. membaca. dan semua hal yang berhubungan dengan tulisan. sudah berbagai cara si mama bikin buat bikin chaki tertarik dengan buku, salah satunya dengan cara menidurkan si stamol di buku cerita. bukan ketertarikan yang di dapat, justru chaki jadi panik ngeliat si stamol megap-megap ga bisa napas.
jangankan buku cerita, komik aja yang biasanya anak seumur chaki pada demen, sama juga, ga suka. intinya dia ga suka baca.
chaki ini memiliki seorang kaka perempuan bernama chika. chika sudah duduk di kelas 1 SMP. berbeda dengan chaki, chika ini sukaaaaa banget ama yang namanya baca. ga cuma buku, tulisan di kaos orang-orang yang lewat juga di bacain sama dia. sempat papanya berpikir kalo chaki bukan anak kandung dia, tapi melihat mamanya sedang memegang piso dapur, jadi dia hapus prasangka ga guna itu. 

"Kenapa sih si mama ini, seneng banget nyuru aku baca. aku ga suka maaa, ga sukaaa!! cape, bikin ngantuk, bosen..." gerutu chaki dengan gaya sinetron yang sudah di dramatisir ala anak kelas 5SD.sambil komat-kamit karna kesel dia ambil buku cerita yang baru aja di beliin mamanya itu. ya. ambil doang.soalnya pikirannya sedang menuju ke si stamol. "besok cupang siapa lagi niiiih yang jadi korbaan..." pikirnya..
entah pelet apa yang di pake si cupang, entah aura apa yang dipancarkan si stamol, yang jelas bukan kasih, sampe-sampe si chaki kepincut setengah mati sama ini cupang. 
tapi akhirnya chaki mulai melihat-lihat buku itu . 'Aku Juga Bisa!' judul buku itu. Lebih seperti sebuah ungkapan pamer tampaknya. Dan tentu saja di dalamnya tidak menceritakan seorang anak yang kepincut sama seekor ikan cupang.
chaki ini sebenernya tertarik dengan cerita sinopsis yang ada diblakang buku itu.tapi ya itu, dia maleeeeeees dibagian bacanya. dia lebih seneng kalo ada seseorang yang membacakannya pada saat dia tidur. apalagi seorang wanita. tapi karna chaki baru kelas 5SD jadi disini tidak diceritakan kalo dia demen ama cewe terus pacaran. 
Mamanya sengaja membelikan sebuah buku cerita yang ceritanya sama kaya si chaki. supaya si chaki ini bisa belajar dan jadiin motivasi buat dirinya sendiri. 
tidak berapa lama membaca, chaki tertidur. Biar kaya di film-film, mamanya datang menaikan selimutnya,melihat kelucuan saat anaknya itu tidur,tersenyum, merapikan bukunya, dan mematikan lampu. sebelum mematikan lampu, mamanya melihat pembatas buku yang diselipkan chaki,melihat halamannya dan... 

baru halaman 2.... 

seketika kelucuannya menghilang..





Selasa, 05 Februari 2013

MALAM RANDOM (banci)






hai hai.. kembali lagi bersama courier hahaha..
aaaaah, selamat memasuki bulan februari ya bloggers.. ini kayanya bulan yang paling berat buat gw, kenapa? karna duit gw buat bulan ini sudah habis pada akhir januari kemarin. -______- begitulah yah kalo tidak adanya kebijakan dalam mengelola keuangan. boros.

okeeeh, ini judulnya malam random. kenapa? karena malam ini gw kan nulis disini dengan topik yang random. random abis. jadi kepada para blogger yang sudah membacanya sampai kepada kata ini, masih ada waktu untuk berubah pikiran sampai kepada alinea berikutnya. sumpah random, gw cuma mau menulis apa yang malam ini berseliweran di otak gw doang, dan kalo lo pada mau tau, ini cuma buat pre-write aja yaah, kira-kira yang berseliweran itu pertanyaan-pertanyaan seperti, kenapa hape gw sepi, kenapa kalo ada duit bawaannya pengen hedon mulu, sampe kepada apakah jaman soekarno dulu ada banci. see? random abis kan? HAHAHA!!

gw ga akan ngebahas itu semua, karna hape sepi juga gw ga terlalu pikirin dan ada duit jadi pengen hedon itu jelas karna gw ga bisa ngatur keuangan dengan bijak, tapi yang satu ini, pertanyaan gw yang menghantui gw pada malam ini, apa jaman dulu, jaman Soekarno, jaman pas perang-perang mengusir penjajah dulu itu ada banci?? setau gw boyband emang belom ada pas jaman itu.
gw bisa membayangkan, gimana jadinya tu banci ikutan perang melawan belanda dengan membawa bambu runcing. itu gw yakin megang bambu runcing, kelingkingnya ngacir ke atas. 

tapi menurut logika gw sih ya kaga bakal ada lah banci. buktinya pernah liat kakek-kakek di atas umur 80an pada saat ini lenjeh? ga ada kan? yang ada mereka berjiwa tentara semua. keras. 
dan yang ada, jaman dulu bukannya ada banci, malah justru wanitanya gada yg pletat pletot kaya sekarang. gw yakin wanita jaman dulu,kuat-kuat! (maaf, ini tidak ada hubungannya dengan ranjang). kenapa? karna mereka dulu dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan mereka untuk kuat! strong, kalo kata bule mah..

nah, pertanyaan laen muncul, kenapa kok kenapa, makin kesini makin gemulai semua? kenapa muncul banci? kenapa muncul boyband? kenapa kalo mau menunjukan keperkasaan, kekuatan harus dengan cara tauran? bunuh-bunuhan? pffftt.. gw membayangkan kalo hari ini, Presiden kita masih Soekarno. situasinya masih kaya dulu. ga dijajah, uda merdeka, tapi masih kaya dulu aja. kayanya makin kesini jaman udah makin enak sih yah, uda makin modern, sehingga kata 'struggle' itu sudah berkurang artinya. ga semua sih, ga semua, dan bukannya gw benci boyband atau gimana. cuma najis aja. *sekali lagi maaf bisma* 

banci dimana-mana.. ini kalo orang-orang dulu yang gagah-gagah liat, pahlawan-pahlawan yg uda gugur liat, mereka perjuangin tanah air hanya untuk melahirkan banci bertalenta nyanyi dan metik bas betot di kemudian hari, bakal emosi kali yah,mungkin pada saat melihat banci-banci berkeliaran sekarang, mereka mungkin menjadi kangen melepaskan pin granat dari tempatnya.. 
gw tidak pernah ada masalah dengan banci, tapi gw cuma ga abis pikir, kenapa mereka dilahirkan sebagai seorang pria tapi mereka ingin menjadi wanita tanpa melepaskan ke-pria-an-nya tersebut, kan aneh gitu.

bloggers, sebenernya jauh rencana gw untuk menulis tentang banci pada malam ini, tp entah kenapa gw membahas banci. yah namanya juga malam random yah. sebenernya gw ga bakat nulis, jadi ini cuma iseng, semua tulisan di blog ini iseng. gw cuma iseng, dan seneng mendengarkan nyanyian keyboard :)
HAHAHAHA paan seh, makin absurd makin malam. 
mudah-mudahan bloggers yang setia membaca sampai pada kata ini, tidak jengah, dan tidak kapok baca tulisan gw yang laennya. yaaa ga usah dibaca juga siih =)) 

uda ah, sekian malam random saya. saya mau memikirkan hal-hal lain lagi yang jauh dari pada tentang banci :)) selamat malam saudara-saudari, selamat menjalani bulan kasih sayang ini..

naaaaaaaaahhh bulan kasih sayang!!! *ide baru tulisan* 

Rabu, 30 Januari 2013

hey yaaa bloggers.. :)



aaaah gw suka banget lah sama font ini (courier).. hehe, makanya tiap nge blog gw selalu memakai font ini... okay ga penting..

apa kabar nih? sepertinya blog gw paling banyak di bulan januari ini yaah? uda gitu kayany galau semua lagi yah? hahaha, tenaaaaang braay, uda kaga ada galau galau sekarang maaah.. dimulai pas tulisan gw yg 'telah usai' .. emang bener telah usaai... =)))

tadi gw beli buku di sebuah toko buku, man, lo tau kan gw paling ga suka baca, tapi kemaren, gara gara seseorang meracuni gw dengan sebuah cerpen, gilak, seketika darah gw mendidiiiih buat membaca!! hahaha lebaay.. *iyeee, baca cerpen doang kaya anak kecil* .. yetapikan lumayan lah yeeh jadi demen baca.. 

iye, beli buku gitu kan, buku yg rencana awal mau gw beli juga gara2 racun orang yang sama.. hahaha, tapi tau tau pada akhirnya gw beli 2 buku.. yang 1 lagi novel.. gw juga suka baca cerita fiksi gitu.. makanya cewe gw fiksi skr.. *jaelaaaaahhh :))) *

dan lo tau ga, semenjak gw suka baca baca, baca apapun, blog orang, tumblr orang, cerpen orang, dan gw sampe install aplikasi cerpen di android gw, sepupu gw berkata kalo gw sekarang kaya orang tua. jadi suka memberi wejangan-wejangan gitu katanya.. i just like "wtf, really???" =))) oh iya, ada tapinya, tapi skr katanya gw jadi bego. lambat berpikir, dan mengerti =)) fvck yaaaahhh!!! :<

tapi setelah gw cermati, dari bacaan bacaan gw itu,semuanya menyangkut tentang sastra. puisi, sajak, apalaah yg berhubungan ama sastra. gw jadi berpikir, ini minat gw sebenernya di sastra kali yaak.. hahahaa, tapi yasudah lah..

dan ternyataaaaa sodaraaaa sodaraaaaa, membaca itu enak.. hehehe.. gw dulu paling najis sama puisi. ga ngerti! apalagi yg bikin anak sastra. baru baca depannya aja uda beres. bosen. tapi kali ini, gw paling seneng puisi, malah gw hampir saja berpuisi saat hendak membalas sms jimbo kakak gue yg hanya menanyakan license anti-virus.. 

apalagi ditambah dengan racun seseorang ini, rekomendasiannya menurut gue pas bgt di hati, caelaaaah :))
nih yah salah satu kutipan puisi yang menurut gw keren. penciptanya Rahne Putri. minjem ya mbak puisinya, abisan keren sih :) 





Aku (bukan) Menunggu

Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik-detik yang terlewatkan tanpamu.

aku bukannya menunggu, aku hanya menyiapkan diri sampai benar-benar siap menyambutmu.

aku bukannya menunggu, aku hanya berkawan waktu dengan terlalu akrab.

aku bukannya menunggu, tapi lengan detik ini menyandraku. Hingga kau datang bebaskanku dan kita bunuh waktu satu persatu.

aku bukannya menunggu, aku hanya tahu dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.

aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu.

aku bukannya menunggu, aku hanya senang mengkoleksi rasa rindu dan pada saat yang tepat akan kuhadiahkan padamu.

aku bukannya menunggu. aku hanya terlalu sibuk menyiapkan tempat untukmu.

aku bukannya menunggu.
aku hanya menghitung waktu yang kuhabiskan tanpamu,
lalu tersadar.

bersamamu nanti,
akan kunikmati sampai mati.

aku ditemani waktu :)



beuh kan yaaah?? beeeuhhh laaaaahh.. ntah setan apa yg merasuki gw, tapi gw jadi sedikit senang  membaca, apalagi tentang puisi. dan ntah sepupu gw yg ngaco apa emang gw yg udah berubah, tapi kalo emg gw suka berpetuah petuah............. yah, entah harus ngeri sama diri sendiri atau bangga karna berubah =)) 

guys, blogger, reader, atau apapun sebutan lu yang sedang membaca ini, ada yang bilang, buku adalah jendela dunia, ga tau sapa yg bilang tapi ada yg bilang. itu bener. dengan membaca lu gaul. gitu aja sih. ga perlu dugem 2 hari 3 malam ga pulang-pulang dulu baru disebut gaul. ga perlu ber-lalala-yeyeye di salah satu acara tv dulu baru disebut gaul (itu alaay nyeet) *yak, okee alaay*, cukup baca aja man.. baca.. segitu aja sih dari gw, mungkin ada yg mau menambahkan atau memberi kesimpulan gitu, ganti... herrrrrrkkkkkkkkkh...





Welcome Back!

Welcome back dijudul itu lebih ke buat gue pribadi sih di blog gue ini. Gatau kenapa tiba-tiba pengen nulis-nulis lagi aja. Terakhir gue nul...